Wi-Fi

Writen By: MI Yulianto
Modified By : Hartono Gunawan

Pengertian
Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel dimana kita
tidak perlu menggunakan kabel pada pemasangan setiap
perangkatnya. Wi-Fi memiliki kemampuan untuk menggerakkan
perangkatnya tanpa memindahkan kabel atau perangkat lain dan
tetap terkoneksi pada area layanan yang lebih luas (pada 3G). Wi-
Fi juga menawarkan pelayanan data yang luas dan cepat
(broadband) serta bandwith yang besar untuk memberikan pelayanan seperti realtime
voice, data, dan streaming media. Pelayanan dapat diberikan secara terus-menerus tanpa
henti (always on). Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan Wi-Fi cukup rendah
karena infrastruktur dapat dimiliki siapa saja dan tidak memerlukan lisensi.
Selain digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat digunakan untuk membuat
jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang mengasosiasikan Wi-Fi
dengan “Kebebasan” karena teknologi Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya
untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus,
dan café-café yang bertanda “Wi-Fi Hot Spot”. Satu lagi kelebihan dari Wi-Fi adalah
kecepatannya yang beberapa kali lebih cepat dari modem kabel yang tercepat. Jadi
pemakai Wi-Fi tidak lagi harus berada di dalam ruang kantor untuk bekerja. Seperti
halnya handphone yang menggunakan teknologi radio, pemakainya dapat mentransfer
data dengan cepat dan aman. Dibandingkan dengan teknologi lainnya, Wi-Fi lebih mudah
diterapkan oleh siapa saja dan di mana saja, sehingga setiap perusahaan atau perorangan
dapat mengimplementasikan Wi-Fi di lingkungan mereka.

Sekilas Tentang Wi-Fi
Dalam dunia industri Wi-Fi dikenal dengan teknologi komunikasi Wireless Local Area
Networks (WLAN) yang berhubungan dengan standar jaringan nirkabel Institute of
Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.11. Wi-Fi merupakan teknologi yang
memungkinkan sebuah komputer saling bertukar data secara nirkabel/tanpa kabel dalam
suatu jaringan, baik intranet maupun berbagi akses internet. Wi-Fi dapat dioperasikan
oleh internet provider atau individu.
Wi-Fi bekerja pada protokol 802.11b dan 802.11g dengan transmisi standar 2,4 GHz,
dengan kecepatan transfer data hingga 11 MB/detik. Versi 802.11a merupakan versi
lanjutan yang beroperasi pada frekuensi 5 GHz dengan kecepatan transfer data hingga 54
MB/detik. Sedangkan 802.11g adalah campuran dari versi sebelumnya yaitu versi a dan b
yang beroperasi pada frekuensi 2.4 GHz akan tetapi mempunyai kecepatan transfer data
hingga 54MB/detik.
Wi-Fi menggunakan teknik pengkode-an yang lebih efisien, sehingga memberikan
kontribusi lebih untuk transmisi kecepatan data tinggi. Pada protokol 802.11a dan
802.11g menggunakan teknik orthogonal frequency–division multiplexing
(OFDM).Sedangkan untuk protokol 802.11b menggunakan teknik Complementary Code
Keying (CCK). Gelombang radio yang digunakan Wi-Fi memungkinkan untuk mengubah
frekuensi. Card Wi-Fi 802.11b dapat melakukan transmisi secara langsung dari tiga band
yang ada, bahkan bisa melakukan split pada bandwidth yang tersedia menjadi beberapa
kanal dan frekuensi hop. Frekuensi hop digunakan untuk mencegah terjadinya
interference (gangguan) ketika berada di antara pengguna Wi-Fi lain yang tengah
mengakses secara bersamaan.

Manfaat Wi-Fi
Sebagaimana disampaikan diatas, Wireless Fidelity, atau biasa disingkat Wi-Fi, dapat
membantu kita dalam mengakses dunia internet. Dunia internet dewasa ini telah terbukti
dapat membantu beragam kegiatan manusia dimuka bumi. Karenanya dapat dibayangkan
betapa nyamannya hidup ini jika bisa dengan leluasa mengakses internet hanya berbekal
laptop, PDA atau smartphone, kapan pun dan di mana pun, tanpa direpotkan oleh kabel.
Kita dapat mengakses internet di dalam mobil atau di toilet sekalipun. Peranti TI tersebut
dapat menemani kita untuk “membunuh” rasa jenuh selama perjalanan jauh, dengan
menyelesaikan pekerjaan selama perjalanan. Hasil pekerjaan dapat langsung dikirim ke
kantor pusat tanpa harus mampir ke warnet atau wartel. Hal ini memberikan keuntungan
dari segi waktu dan biaya. Jadi sisa waktu bisa dimanfaatkan untuk pekerjaan lain.
Teknologi sekarang memungkinkan untuk itu.
Wi-Fi diterapkan dengan layanan titik catu (hotspot) di beberapa tempat seperti di mal,
kafe, bandara, hotel, kampus serta tempat yang berpotensi dalam pengumpulan massa.
Hal ini dimungkinkan karena berkembangnya teknologi VoIP (Voice over Internet
Protocol). Teknologi VoIP sendiri sebelumnya sempat membuat geger penyelenggara
telekomunikasi yang tertinggal oleh pesatnya kemajuan teknologi telekomunikasi ini.
Dengan jaringan Wi-Fi sangat dimungkinkan untuk melakukan hubungan ala VoIP atau
ada yang menyebut dengan VoIP over Wi-Fi (VoWiFi). Teknologi in memungkinkan
seseorang dapat berkomunikasi dengan mitranya di luar kota dengan biaya lokal atau
bahkan gratis sama sekali melalui layanan Wi-Fi di cafe. Bahkan sekarang sudah ada
handset untuk melakukan hubungan telepon VoIP melalui jaringan Wi-Fi, selain aplikasi
telepon Push-to-Talk (PTT) melalui telepon VoIP. Pada jaringan telepon seluler produk
handset PTT atau teknologinya juga disebut PTT over Celluler (PoC).
Telepon video yang bukan hanya suara, tetapi juga gambar dari lawan bicara, merupakan
peningkatan penggunaan VoIP over Wi-Fi. Kebanyakan perangkat yang dibuat masih
untuk perangkat ponsel, dan penamaannya pun masih berbeda antar perangkat. Dengan
PDA phone seseorang bisa bercengkerama melalui saluran Wi-Fi maupun jaringan
telepon seluler sesuai dengan operator yang dilanggani, baik untuk berkomunikasi
menggunakan gambar video atau hanya tulisan (chatting) atau bahkan hanya berbicara
saja layaknya telepon konvensional atau HT. Belakangan ini, banyak perusahaanperusahaan
besar yang menggunakan jaringan Wi-Fi untuk memperluas jaringan kabel.
Mereka menghubungkan titik akses nirkabel ke jaringan backbone mereka untuk
menyediakan akses jaringan dan internet di ruang-ruang pertemuan, lobi, kantin, dan
ruang-ruang umum lainnya. Tentunya ini akan memberikan fleksibilitas yang sangat
tinggi, selain juga biaya yang murah. Komunikasi telepon nirkabel bisa dilakukan melalui
Wi-Fi dan kita tidak perlu menggunakan saluran telepon atau koneksi internet lainnya
selama masih berada di dalam jangkauan gelombang radio Wi-Fi.

Kelemahan Wi-Fi
Sebagai hasil produk teknologi, jaringan Wi-Fi bukanlah produk yang tidak memiliki
kelemahan. Paparan mengenai kelemahan disini adalah bila dibandingkan dengan
jaringan kabel. Kelemahan jaringan wireless secara umum dapat dibagi menjadi 2 jenis,
yakni kelemahan pada konfigurasi dan kelemahan pada jenis enkripsi yang digunakan.
Page 3 of 3 MRP Article February 15, 2007
Salah satu contoh penyebab kelemahan pada konfigurasi adalah karena terlalu mudahnya
membangun sebuah jaringan wireless. Banyak vendor yang menyediakan fasilitas yang
memudahkan pengguna atau admin jaringan sehingga sering ditemukan wireless yang
masih menggunakan konfigurasi wireless default bawaan vendor. Sering juga ditemukan
wireless yang dipasang pada jaringan masih menggunakan setting default bawaan vendor
seperti SSID, Ip Address, remote manajemen, DHCP, enable, kanal frekuensi, tanpa
enkripsi bahkan user password untuk administrasi wireless tersebut. WEP (Wired
Equivalent Privacy) yang menjadi standart keamanan wireless sebelumnya, saat ini dapat
dengan mudah dipecahkan dengan berbagai tools yang tersedia gratis di internet. WPAPSK
dan LEAP yang dianggap menjadi solusi menggantikan WEP, saat ini juga sudah
dapat dipecahkan dengan metode dictionary attack secara offlin.
Sejak sekitar kuartal kedua 2005, Wi-Fi mendapat kompetitor dari WiMax yang masuk ke
Indonesia. Tentunya disertai dengan teknologi yang lebih maju. Teknologi ini bekerja
pada frekuensi 5.7 GHz. Dengan teknologi ini, transmisi data bisa berlangsung secara
nirkabel antar perangkat yang terpisah pada jarak hampir 50 km.
Teknologi Wi-Fi di Indonesia dalam hal pengaplikasiannya masih tergolong baru. Masih
dijumpai kekurangan di sana-sini, bahkan kini akan menghadapi persaingan dengan
teknologi yang lebih maju. Selain itu ada beberapa tambahan mengenai kelemahan dari
Wi-Fi diantaranya :
Kualitas pelayanan tidak ada barrier sehingga dimungkinkannya koneksi antar
pengguna tetapi kualitas layanan kurang bagus contoh: suara.
Pelayanan yang diberikan sedikit dan perkembangannya lambat
Layanan suara pada Wi-Fi belum cukup sempurna dan masih banyak gangguan
Tidak adanya barrier menyebabkan kemungkinan keamanan lebih rendah
Wi-Fi tidak memiliki standar yang jelas dan masih menggunakan standar 802.11b
yang masih dalam proses pengembangan lebih lanjut.

Kesimpulan dan Saran
Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel, seperti handphone yang
mempergunakan teknologi radio, sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan
cepat dan aman. Selain digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat digunakan
untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang
mengasosiasikan Wi-Fi dengan “Kebebasan” karena teknologi Wi-Fi memberikan
kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang
meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang bertanda “Wi-Fi Hot Spot”. Jadi
pemakai Wi-Fi tidak lagi harus berada di dalam ruang kantor untuk bekerja. Salah satu
kelebihan dari Wi-Fi adalah kecepatannya yang beberapa kali lebih cepat dari modem
kabel yang tercepat. Namun demikian jaringan Wi-Fi bukanlah tanpa kelemahan. Untuk
itu Wi-Fi ini perlu meningkat kemampuan dalam bersaing karena saat ini perkembangan
teknologi Wi-Fi sangat signifikan sejalan dengan kebutuhan sistem informasi yang
mobile.

Referensi
1. http://www.malangmedianet.com
2. http://www.wikipedia.com
3. http://www.sby.dnet.net.id/dnew/maret 2005/news.html

~ by suarajangkrik on March 28, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: