Membuat Antenna Wireless LAN Wajanbolic

•April 2, 2008 • Leave a Comment

Bahan-bahan yang diperlukan:

1. Wajan bolic diameter 40cm (makin besar makin baik)

2. Pipa paralon 3 inci

3. Tutup pipa paralon 3 inci

4. Lakban almunium (di toko matrial / toko buku )

5. Mur dan baut (ukuran disesuaikan)

6. Kabel utp (10-20m)

7. Kabel USB fungsinya sebagai extender (memperpanjang kabel ke antena ke usb)

8. USB wi-fi

Peralatan pendukung pembuatan:

1. Bor listrik lengkap dengan mata bor dari yang kecil hingga besar

2. Cutter

3. Gergaji paralon

4. Meteran + penggaris besi

5. Solder dan timahnya

6. Tang (yang bisa memotong kabel atau tembaga)

7. Palu

8. Obeng kembang

Rumus mencari jarak Fokus

Fw = Dw² / 16dw

FW = Frukeuensi

Dw = Diameter Wajan bolic

dw = Kedalaman dari pusat wajan bolic

Lihat gambar berikut untuk memperjelas:

cara-mencari-jarak-fokus.jpg

Cara pembuatan:

1. Buatlah lubang di pusat wajan untuk pengerat antara paralon yang berisi USB Wi-Fi.

Bisa dengan bor listrik atau yang lainnya.

2. Ambil 1 dari dua tutup pipa paralon, lalu lubangi ditengahnya. Tutup paralon dan wajan dari langkah 1 diatas tersebut akan dieratkan dengan mur menjadi satu seperti terlihat pada gambar:

wajantutup_paralon.jpg

3. Hitunglah Frukensi yang anda inginkan seperti rumus diatas. Ini akan menentukan jarak antara pusat Wajan Bolic ke USB Wi-Fi anda. Kita asumsikan disini bahwa panjang paralon yang kita miliki adalah 40 Cm dan jarak antara usb wi-fi dengan pusat wajan bolic adalah 30 cm.

4. Ambil pipa paralon, lalu buatlah lubang kecil pada jarak 30cm dari ujung yang satu ke yang lain. Ukuran lubang tersebut disesuaikan, agar ujung USB Wi-Fi yang kita miliki pas dengan lubang tersebut.

5. Masukan USB Wi-Fi anda kedalam pipa paralon tersebut, lalu colokkan ujung USB Wi-Fi tersebut dengan kabel USB extended.

6. Pada bagian luar pipa. Lapisilah pipa tersebut dengan lakban alumunium, mulai dari ujung pipa yang paling dekat dengan USB Wi-Fi sampai bagian pipa yang sejarak dengan diameter Wajan. Lapisi juga bagian penutup paralon yang satu (yang tidak dilubangi) dengan lakban alumunium.

Untuk Lebih Jelasnya lihat gambar :

wajan-bolic-tampak-samping-kiri.jpg

7. Tutup 2 Ujung paralon tersebut dengan masing- masing penutup paralon.

8. Paralon pun siap dipasang dan digunakan.

Anda mungkin bertanya, apa sebenarnya fungsi kabel UTP yang kita persiapkan? Toh tidak dibahas pada langkah-langkah diatas. Pertanyaan bagus!!! Kabel UTP digunakan untuk memperpanjang kabel USB Extender. Timbul pertanyaan lagi? Bagaimana memanggunakannya??? Sedangkan kabel USB terdiri dari 4 Kabel didalamnya dan Kabel UTP terdiri dari 8 Kabel???

Ini merupakan solusi yang ada agar kita bisa menghemat biaya pembuatan. Secara gitu kabel USB yang dibutuhkan begitu panjang, dari ujung rumah kita yang bertingkat-tingkat (misalnya) sampai kepada komputer kita yang ada di basement (misalnya lagi :D), maka akan sangat menyita uang kita. Salah satu solusi adalah dengan menyambungkannya dengan kabel UTP yang lebih terjangkau.

Caranya adalah sambungkan 4 kabel USB ke 8 Kabel UTP dengan format seperti berikut ini:

(UTP) Putih Biru -> Putih (USB)

(UTP) Hijau -> Hijau (USB)

(UTP) Orange+Putih Orange -> Merah (USB)

(UTP) Putih Hijau+Biru+Putih Coklat+Coklat -> Item (USB)

Lihatlah gambar berikut

kabel-usb-extender-15meter.jpg

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Wassalam

referensi:

– DVD membuat wajan bolic oleh Onno Purbo

– Blog Maman Sulaeman > http://my.opera.com/m4m4n/blog/index.dml/tag/Wajan%20Bolic

– Blog teddy endar sukmana > http://teddyendarsukmana.wordpress.com/2007/12/04/perpanjang-kabel-usb-pake-kabel-utp/

Advertisements

WLAN

•March 28, 2008 • Leave a Comment

Written By: DENNY CHARTER
Modified By : Hartono Gunawan

PENDAHULUAN
Teknologi Wireless LAN menjadi sangat popular saat ini di banyak applikasi. Setelah
evaluasi terhadap teknologi tersebut dilakukan, menjadikan para pengguna merasa puas
dan meyakini realiability teknologi ini dan siap untuk digunakan dalam skala luas dan
komplek pada jaringan tanpa kabel.
Wireless LAN bekerja dengan menggunakan gelombang radio. Sinyal radio menjalar dari
pengirim ke penerima melalui free space, pantulan, difraksi, Line of Sight dan Obstructed
LOS. Ini berarti sinyal radio tiba di penerima melalui banyak jalur (Multipath), dimana
tiap sinyal (pada jalur yang berbeda-beda) memiliki level kekuatan, delay dan fasa yang
berbeda-beda.
Awalnya teknologi ini didesain untuk aplikasi perkantoran dalam ruangan, namun
sekarang Wireless LAN dapat digunakan pada jaringan peer to peer dalam ruangan dan
juga point to point diluar ruangan maupun point to multipoint pada aplikasi bridge.
Wireless LAN di desain sangat modular dan fleksibel. Jaringan ini juga bisa di
optimalkan pada lingkungan yang berbeda. Dapat mengatasi kendala geografis dan
rumitnya instalasi kabel.

FREKUENSI
Frekuensi yang dipakai adalah 2.4 Ghz atau 5 Ghz yakni frekuensi yang tergolong pada
ISM (Industrial, Scientific, dan Medial). Dalam teknologi W LAN ada dua standar yang
digunakan yakni :
1. 802.11 standar indoor yang terdiri dari :
a. 802.11 2,4 GHz 2 Mbps
b. 802.11a 5 GHz 54 Mbps
c. 802.11a 2X 5 GHz 108 Mbps
d. 802.11b 2,4 GHz 11 Mbps
e. 802.11g 2.4 GHz 54 Mbps
f. 802.11n 2,4 GHz 120 Mbps
2. 802.16 standar outdoor salah satunya adalah WiMAX (World Interoperability for
Microwave Access) yang sedang digodok penggunaannya di Indonesia.
Frekuensi 2,4 Ghz mempunyai 14 kanal dalam lebar pita frekuansi 84,5 Mhz. Agar dapat saling berkomunikasi, setiap peralatan wireless harus mengunakan channel
yang sama. Pengguna dapat mengatur nomor channel saat melakukan instalasi.

TOPOLOGI
Topologi LAN Kabel
LAN tradisional menghubungkan PC ke komputer lainnya yang juga menghubungkan ke
file server, printer, dan perangkat jaringan lainnya dengan menggunakan kabel atau fiber
optik sebagai media transmisi. Wireless LAN memungkinkan workstation untuk berkomunikasi dan mengakses jaringan
dengan menggunakan propagasi radio sebagai media transmisi. Wireless LAN bisa
menghubungkan LAN kabel yang telah ada sebagai sebuah extensi atau menjadi basis
dari jaringan baru. W LAN sangat mudah beradaptasi artinya dapat dirancang untuk lingkungan dalam ruangan dan juga untuk luar ruangan seperti menghubungkan
gedung-gedung kantor, lantai produksi, rumah sakit dan Universitas.
Dasar dari blok wireless LAN disebut dengan Sel. Sel adalah area yang dicakupi oleh
Komunikasi Wireless. Areal cakupan ini tergantung pada kekuatan propagansi signal
radio dan tipe konstruksi dari penghalang, partisi dan atau karakter fisik pada lingkungan
dalam ruangan. PC Workstation, notebook, laptop, dan PDA dapat bergerak dengan bebas
di dalam areal sell.

Setiap sel Wireless LAN membutuhkan komunikasi dan traffic management. Yang mana
hal ini dilakukan oleh Access Poin (AP) yang mengatur komunikasi pada setiap wireless
station pada areal cakupan. Station juga saling berkomunikasi satu dengan lainnya
melalui AP, jadi proses komunikasi antar station dapat di sembunyikan antara satu dengan
lainnya. Dalam hal ini AP berfungsi sebagai relay.

AP juga dapat berfungsi sebagai brigde yakni penghubung antara wireless station dan
jaringan kabel dan juga dengan cell wireless lainnya.

ROAMING
Jika ada beberapa area dalam sebuah ruangan di cakupi oleh lebih dari satu Access Poin
maka cakupan sel telah melakukan overlap. Setiap wireless station secara otomatis akan
menentukan koneksi terbaik yang akan ditangkapnya dari sebuah Access Poin. Area
Cakupan yang Overlapping merupakan attribut penting dalam melakukan setting
Wireless LAN karena hal inilah yang menyebabkan terjadinya roaming antar overlapping
sells.

Roaming memungkinkan para pengguna mobile dengan portable station untuk bergerak
dengan mudah pada overlapping cells. Roaming merupakan work session yang terjadi
ketika bergerak dari satu cell ke cell yang lainnya. Sebuah gedung dapat dicakupi oleh
beberapa Access Poin. Ketika areal cakupan dari dua atau lebih access poin mengalami
overlap maka station yang berada dalam areal overlapping tersebut bisa menentukan
koneksi terbaik yang dapat dilakukan, dan seterusnya mencari Access Poin yang terbaik
untuk melakukan koneksi. Untuk meminimalisasi packet loss selama perpindahan, AP
yang lama dan AP yang baru saling berkomunikasi untuk mengkoordinasikan proses.

Load Balancing
Area cakupan dengan banyak pengguna dan traffik yang padat membutuhkan multi
struktur sel. Pada Multi Struktur Sel, beberapa AP digambarkan pada area yang sama
untuk membangun sebuah arael cakupan untuk menghasilkan throughput secara
aggregat. Sebuah station yang berada di dalam sebuah coverage area sacara otomatis
mengasosiasikan diri dengan AP yang memiliki kualitas signal terbaik. Station akan
terkoneksi dengan AP dengan pembagian yang seimbang pada semua AP. Efisiensi akan
didapatkan karena semua AP bekerja pada load level yang sama. Load Balancing juga
dikenal dengan Load Sharing.

Media Access
Wireless LAN menggunakan algoritma CSMA (Cariier Sense Multiple Access) dengan
mekanisme CA (Collision Avoidance), sebelum sebuah unit memulai transmisi. Jika
media kosong dalam beberapa milidetik maka unit dapat melakukan transmisi untuk
waktu yang terbatas. Jika media sibuk atau padat, unit akan menunggu dengan random
time sebelum mencoba lagi. Keuntungan dari CSMA adalah kesederhanaan. Hardware
dan Software yang di implementasikan lebih sederhana, cepat dan tidak mahal dari pada
hardware dan software yang diimplementasikan yang lebih kompleks.

Menghindari Tabrakan Data
Untuk menghindari terjadinya tabrakan data, setiap stasiun akan mentransmisikan frame
RTS (Request To Send). Access Poin mengirim balik frame CTS (Clear To Send) untuk
memulai transmisi data. Frame ini termasuk waktu saat stasiun mulai di transmisikan.
Frame ini akan diterima oleh semua station dalam sel, memberitahukan bahwa ada unit
yang akan ditransmisikan selama X milidetik, jadi yang lain tidak bisa melakukan
transmisi walaupun media transmisinya terlihat kosong.

Referensi :
[1] Uke Kurniawan Usman, Ir, Diktat Kuliah Sistem Komunikasi Bergerak STT
Telkom, Bandung, 2003
[2] Stalling W, Data and Computer Communication, Macmillan Publishing, 1985.
[3] Wireless Communication, http://www.breezecom.com

Wi-Max

•March 28, 2008 • Leave a Comment

Writen By : imam_riadi’s blog
http://cs.uad.ac.id/riadi/
Modified By : Hartono Gunawan

Salah satu teknologi terbaru yang berkembang sekarang ini adalah teknologi WiMAX dengan standar nirkabel IEEE. 802.16X-2004. WiMAX merupakan suatu platform yang digunakan pada Metropolitan Area Network (MAN) yang sebelumnya menggunakan fiber optic, GSB, FSL.

Apa itu WiMAX? WiMAX merupakan singkatan Worldwide Interoperability for Microwave Access. Ini merupakan salah satu bentuk teknologi nirkabel yang sedang menjadi pusat perhatian operator telekomunikasi, pebisnis maupun pengguna internet di dunia.

WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) hadir sebagai solusi keterbatasan akses pada Wi-Fi yang notabene memang dirancang untuk pemakaian dalam ruang. Teknologi yang menggunakan OFDM ini mamapu memberikan layanan data berkecepatan hingga 70 Mbps dalam radius 50 km. Radius yang cukup untuk menjadikan WiMAX sebagai jaringan telekomunikasi broadband menggantikan teknologi fixedline. Jika dibandingkan dengan fixedline biaya instalasi jaringan WiMAX jauh lebih murah. Dengan teknologi WiMAX, impian akan layanan informasi data yang murah dengan kecepatan tinggi akan segera terwujud murah meriah dengan kualitas yang jauh lebih baik.

WiMAX datang untuk menjawab permasalahan yang ada di sektor broadband. Ketika telepon dan jaringan lokal mulai beranjak ke sistem nirkabel, akses broadband untuk bisnis atau perumahan masih cenderung mengandalkan kabel untuk penyaluran datanya. Jelas hal ini merugikan operator sekaligus konsumen yang ada di luar jangkauan kabel tersebut.

Laporan perusahaan riset Park Associates beberapa waktu lalu, akan ada sekitar tujuh juta pelanggan akses broadband berbasis layanan WiMAX pada akhir 2009 mendatang. Operator awalnya akan menggunakan peralatan berbasis WiMAX fixed version yang artinya lebih ditujukan bagi pelanggan perumahan dan kantor.

Baru-baru ini WiMAX juga maju selangkah meninggalkan teknologi broadband nirkabel lainnya yang masih dalam tahap pengembangan. Standar WiMAX, yaitu 802.16X2004 disetujui dunia industri, sehingga pembuatan dan penjualan perangkatnya yang murah bisa lebih dipercepat. Setelah melewati masa uji dan sertifikasi, produk-produk tersebut kemungkinan bisa masuk ke pasar di 2006.

Standar WiMAX lainnya, yaitu 802.16e kini juga sedang dikembangkan. Fungsinya, lebih terkait dengan industri seluler, yaitu memungkinkan ponsel mengirim dan menerima data yang lebih besar.

Teknologi WiMAX bisa jadi lompatan besar bagi perusahaan komunikasi dunia, terutama untuk negara-negara yang sedang membangun di kawasan Asia. Negara yang selama ini masih mengandalkan jaringan kabel. Dengan teknologi ini lompatan menuju jaringan pita lebar atau broadband dapat lebih cepat dilakukan. Alasan ini membuat perusahaan komunikasi China dan India pun tertarik untuk bergabung.

Karakteristik WiMAX
Untuk mendapatkan layanan WiMAX, memerlukan antena khusus yang dapat dioperasikan oleh 60 perusahaan dengan koneksi masing-masing sekira 1 Mbps.

Karakteristik utama yang dimiliki WiMAX antara lain:
Pada versi awal IEEE 802.16a bekerja di frekuensi 10 – 66 GHz, sehingga cocok digunakan untuk teknologi point to point.
Untuk versi IEEE 802.16 ini dapat digunakan untuk hubungan nonline outsite (NLOS).
Kompatibel dengan digital switch yang ada ( ATM,dll) dengan optimal data rate per user antara 300 kbps – 2 Mbps dan rangenya 5 – 8 km untuk maksimal throughput.
Untuk versi IEEE 802.16d , muncul teknologinya di bulan Oktober 2004. Tekniknya terjadi pemecahan kanal ke kanal – kanal terkecil menggunakan Op-Amp dan teknologi Amart Antenna. Digunakan untuk fixed access, yang meliputi BS maupun receiver yang merupakan CPE. BS berupa Proxim Tsunami MP.16 akan dipasarkan baik kepada operator telekomunikasi maupun kepada perusahaan pemakai.
Versi IEEE 802.16e dikeluarkan akhir tahun 2004 ini yang akan digunakan untuk mendukung mobilitas (Handover, roaming) pada system selular sampai 120 km/jam dan bekerja dalam NLOS. Digunakan untuk aplikasi mobile access.
Dikonfigurasikan untuk layanan di pedesaan sampai radius maksimal 50 km, atau layanan di daerah berpenduduk padat di perkotaan untuk jarak 1- 4 km, dengan data rate sampai 75 MB/s. Dapat dibayangkan dengan teknologi ini, peralatan wireless point-to-multipoint, broadband, none-line-of-sight (NLOS), last-mile access dan solusi backhaul yang memungkinakan melengkapi, memperluas, bahkan menggantikan infra struktur jaringan pakai kabel.
Sistem ini mendukung teknologi video streaming, VoIP telephony, tayangan diam maupun bergerak, e-mail, Web browsing, e-commerce, dan layanan berbasis lokasi.

Kunci keberhasilan WiMAX ini ada pada frekuensi yang tidak memerlukan ijin dan biaya, misalnya jika dibandingkan dengan AT&T Wireless membayar milyaran dollar ke pemerintah AS untuk menggunakan secara eksklusif gelombang radio frekuensi tertentu, yang memungkinkan perusahaan ini memberikan jasa layanan mobile-phone atau ponsel pada pelanggannya tanpa gangguan, tapi membatasi pesaingnya menggunakan frekuensi yang sama.

Wi-Fi

•March 28, 2008 • Leave a Comment

Writen By: MI Yulianto
Modified By : Hartono Gunawan

Pengertian
Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel dimana kita
tidak perlu menggunakan kabel pada pemasangan setiap
perangkatnya. Wi-Fi memiliki kemampuan untuk menggerakkan
perangkatnya tanpa memindahkan kabel atau perangkat lain dan
tetap terkoneksi pada area layanan yang lebih luas (pada 3G). Wi-
Fi juga menawarkan pelayanan data yang luas dan cepat
(broadband) serta bandwith yang besar untuk memberikan pelayanan seperti realtime
voice, data, dan streaming media. Pelayanan dapat diberikan secara terus-menerus tanpa
henti (always on). Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan Wi-Fi cukup rendah
karena infrastruktur dapat dimiliki siapa saja dan tidak memerlukan lisensi.
Selain digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat digunakan untuk membuat
jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang mengasosiasikan Wi-Fi
dengan “Kebebasan” karena teknologi Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya
untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus,
dan café-café yang bertanda “Wi-Fi Hot Spot”. Satu lagi kelebihan dari Wi-Fi adalah
kecepatannya yang beberapa kali lebih cepat dari modem kabel yang tercepat. Jadi
pemakai Wi-Fi tidak lagi harus berada di dalam ruang kantor untuk bekerja. Seperti
halnya handphone yang menggunakan teknologi radio, pemakainya dapat mentransfer
data dengan cepat dan aman. Dibandingkan dengan teknologi lainnya, Wi-Fi lebih mudah
diterapkan oleh siapa saja dan di mana saja, sehingga setiap perusahaan atau perorangan
dapat mengimplementasikan Wi-Fi di lingkungan mereka.

Sekilas Tentang Wi-Fi
Dalam dunia industri Wi-Fi dikenal dengan teknologi komunikasi Wireless Local Area
Networks (WLAN) yang berhubungan dengan standar jaringan nirkabel Institute of
Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.11. Wi-Fi merupakan teknologi yang
memungkinkan sebuah komputer saling bertukar data secara nirkabel/tanpa kabel dalam
suatu jaringan, baik intranet maupun berbagi akses internet. Wi-Fi dapat dioperasikan
oleh internet provider atau individu.
Wi-Fi bekerja pada protokol 802.11b dan 802.11g dengan transmisi standar 2,4 GHz,
dengan kecepatan transfer data hingga 11 MB/detik. Versi 802.11a merupakan versi
lanjutan yang beroperasi pada frekuensi 5 GHz dengan kecepatan transfer data hingga 54
MB/detik. Sedangkan 802.11g adalah campuran dari versi sebelumnya yaitu versi a dan b
yang beroperasi pada frekuensi 2.4 GHz akan tetapi mempunyai kecepatan transfer data
hingga 54MB/detik.
Wi-Fi menggunakan teknik pengkode-an yang lebih efisien, sehingga memberikan
kontribusi lebih untuk transmisi kecepatan data tinggi. Pada protokol 802.11a dan
802.11g menggunakan teknik orthogonal frequency–division multiplexing
(OFDM).Sedangkan untuk protokol 802.11b menggunakan teknik Complementary Code
Keying (CCK). Gelombang radio yang digunakan Wi-Fi memungkinkan untuk mengubah
frekuensi. Card Wi-Fi 802.11b dapat melakukan transmisi secara langsung dari tiga band
yang ada, bahkan bisa melakukan split pada bandwidth yang tersedia menjadi beberapa
kanal dan frekuensi hop. Frekuensi hop digunakan untuk mencegah terjadinya
interference (gangguan) ketika berada di antara pengguna Wi-Fi lain yang tengah
mengakses secara bersamaan.

Manfaat Wi-Fi
Sebagaimana disampaikan diatas, Wireless Fidelity, atau biasa disingkat Wi-Fi, dapat
membantu kita dalam mengakses dunia internet. Dunia internet dewasa ini telah terbukti
dapat membantu beragam kegiatan manusia dimuka bumi. Karenanya dapat dibayangkan
betapa nyamannya hidup ini jika bisa dengan leluasa mengakses internet hanya berbekal
laptop, PDA atau smartphone, kapan pun dan di mana pun, tanpa direpotkan oleh kabel.
Kita dapat mengakses internet di dalam mobil atau di toilet sekalipun. Peranti TI tersebut
dapat menemani kita untuk “membunuh” rasa jenuh selama perjalanan jauh, dengan
menyelesaikan pekerjaan selama perjalanan. Hasil pekerjaan dapat langsung dikirim ke
kantor pusat tanpa harus mampir ke warnet atau wartel. Hal ini memberikan keuntungan
dari segi waktu dan biaya. Jadi sisa waktu bisa dimanfaatkan untuk pekerjaan lain.
Teknologi sekarang memungkinkan untuk itu.
Wi-Fi diterapkan dengan layanan titik catu (hotspot) di beberapa tempat seperti di mal,
kafe, bandara, hotel, kampus serta tempat yang berpotensi dalam pengumpulan massa.
Hal ini dimungkinkan karena berkembangnya teknologi VoIP (Voice over Internet
Protocol). Teknologi VoIP sendiri sebelumnya sempat membuat geger penyelenggara
telekomunikasi yang tertinggal oleh pesatnya kemajuan teknologi telekomunikasi ini.
Dengan jaringan Wi-Fi sangat dimungkinkan untuk melakukan hubungan ala VoIP atau
ada yang menyebut dengan VoIP over Wi-Fi (VoWiFi). Teknologi in memungkinkan
seseorang dapat berkomunikasi dengan mitranya di luar kota dengan biaya lokal atau
bahkan gratis sama sekali melalui layanan Wi-Fi di cafe. Bahkan sekarang sudah ada
handset untuk melakukan hubungan telepon VoIP melalui jaringan Wi-Fi, selain aplikasi
telepon Push-to-Talk (PTT) melalui telepon VoIP. Pada jaringan telepon seluler produk
handset PTT atau teknologinya juga disebut PTT over Celluler (PoC).
Telepon video yang bukan hanya suara, tetapi juga gambar dari lawan bicara, merupakan
peningkatan penggunaan VoIP over Wi-Fi. Kebanyakan perangkat yang dibuat masih
untuk perangkat ponsel, dan penamaannya pun masih berbeda antar perangkat. Dengan
PDA phone seseorang bisa bercengkerama melalui saluran Wi-Fi maupun jaringan
telepon seluler sesuai dengan operator yang dilanggani, baik untuk berkomunikasi
menggunakan gambar video atau hanya tulisan (chatting) atau bahkan hanya berbicara
saja layaknya telepon konvensional atau HT. Belakangan ini, banyak perusahaanperusahaan
besar yang menggunakan jaringan Wi-Fi untuk memperluas jaringan kabel.
Mereka menghubungkan titik akses nirkabel ke jaringan backbone mereka untuk
menyediakan akses jaringan dan internet di ruang-ruang pertemuan, lobi, kantin, dan
ruang-ruang umum lainnya. Tentunya ini akan memberikan fleksibilitas yang sangat
tinggi, selain juga biaya yang murah. Komunikasi telepon nirkabel bisa dilakukan melalui
Wi-Fi dan kita tidak perlu menggunakan saluran telepon atau koneksi internet lainnya
selama masih berada di dalam jangkauan gelombang radio Wi-Fi.

Kelemahan Wi-Fi
Sebagai hasil produk teknologi, jaringan Wi-Fi bukanlah produk yang tidak memiliki
kelemahan. Paparan mengenai kelemahan disini adalah bila dibandingkan dengan
jaringan kabel. Kelemahan jaringan wireless secara umum dapat dibagi menjadi 2 jenis,
yakni kelemahan pada konfigurasi dan kelemahan pada jenis enkripsi yang digunakan.
Page 3 of 3 MRP Article February 15, 2007
Salah satu contoh penyebab kelemahan pada konfigurasi adalah karena terlalu mudahnya
membangun sebuah jaringan wireless. Banyak vendor yang menyediakan fasilitas yang
memudahkan pengguna atau admin jaringan sehingga sering ditemukan wireless yang
masih menggunakan konfigurasi wireless default bawaan vendor. Sering juga ditemukan
wireless yang dipasang pada jaringan masih menggunakan setting default bawaan vendor
seperti SSID, Ip Address, remote manajemen, DHCP, enable, kanal frekuensi, tanpa
enkripsi bahkan user password untuk administrasi wireless tersebut. WEP (Wired
Equivalent Privacy) yang menjadi standart keamanan wireless sebelumnya, saat ini dapat
dengan mudah dipecahkan dengan berbagai tools yang tersedia gratis di internet. WPAPSK
dan LEAP yang dianggap menjadi solusi menggantikan WEP, saat ini juga sudah
dapat dipecahkan dengan metode dictionary attack secara offlin.
Sejak sekitar kuartal kedua 2005, Wi-Fi mendapat kompetitor dari WiMax yang masuk ke
Indonesia. Tentunya disertai dengan teknologi yang lebih maju. Teknologi ini bekerja
pada frekuensi 5.7 GHz. Dengan teknologi ini, transmisi data bisa berlangsung secara
nirkabel antar perangkat yang terpisah pada jarak hampir 50 km.
Teknologi Wi-Fi di Indonesia dalam hal pengaplikasiannya masih tergolong baru. Masih
dijumpai kekurangan di sana-sini, bahkan kini akan menghadapi persaingan dengan
teknologi yang lebih maju. Selain itu ada beberapa tambahan mengenai kelemahan dari
Wi-Fi diantaranya :
Kualitas pelayanan tidak ada barrier sehingga dimungkinkannya koneksi antar
pengguna tetapi kualitas layanan kurang bagus contoh: suara.
Pelayanan yang diberikan sedikit dan perkembangannya lambat
Layanan suara pada Wi-Fi belum cukup sempurna dan masih banyak gangguan
Tidak adanya barrier menyebabkan kemungkinan keamanan lebih rendah
Wi-Fi tidak memiliki standar yang jelas dan masih menggunakan standar 802.11b
yang masih dalam proses pengembangan lebih lanjut.

Kesimpulan dan Saran
Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel, seperti handphone yang
mempergunakan teknologi radio, sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan
cepat dan aman. Selain digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat digunakan
untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang
mengasosiasikan Wi-Fi dengan “Kebebasan” karena teknologi Wi-Fi memberikan
kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang
meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang bertanda “Wi-Fi Hot Spot”. Jadi
pemakai Wi-Fi tidak lagi harus berada di dalam ruang kantor untuk bekerja. Salah satu
kelebihan dari Wi-Fi adalah kecepatannya yang beberapa kali lebih cepat dari modem
kabel yang tercepat. Namun demikian jaringan Wi-Fi bukanlah tanpa kelemahan. Untuk
itu Wi-Fi ini perlu meningkat kemampuan dalam bersaing karena saat ini perkembangan
teknologi Wi-Fi sangat signifikan sejalan dengan kebutuhan sistem informasi yang
mobile.

Referensi
1. http://www.malangmedianet.com
2. http://www.wikipedia.com
3. http://www.sby.dnet.net.id/dnew/maret 2005/news.html

Kode-kode HTML

•March 28, 2008 • Leave a Comment

Writen By: Ferry Gustiawan

Edited by : Hartono Gunawan

HTML digunakan untuk membangun suatu halaman web. Sekalipun banyak orang menyebutnya

sebagai suatu bahasa pemrograman, HTML sama sekali bukan bahasa pemrograman, tapi

merupakan bahasa markup (penandaan), terhadap sebuah dokumen teks.

Simbol markup yang digunakan oleh HTML ditandai dengan tanda lebih kecil ( < ) dan tanda

lebih besar ( > ) , dan disebut tag.

1 Struktur Dasar HTML

Sebuah file HTML merupakan file teks biasa yang mengandung tag-tag HTML. Karena merupakan

file teks, maka HTML dapat dibuat dengan menggunakan teks editor yang sederhana, misalnya

Notepad. Dapat juga menggunakan HTML editor yang bersifat Visual, misalnya Frontpage.

Untuk menandai bahwa sebuah file teks merupakan file HTML, maka ciri yang paling nampak

jelas adalah ekstensi filenya, yaitu .htm atau .html.

Struktur Dasar

<HTML>

<HEAD>

………………………………

</HEAD>

<BODY>

…………………………………

</BODY>

</HTML>

Contoh :

Gunakanlah teks editor (notepad), tuliskan kode dibawah ini :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Web Sederhana </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

Ini halaman web pertama saya

</BODY>

</HTML>

Simpan dengan nama coba.htm, pada bagian save as type ubah menjadi all files. Setelah

disimpan, buka internet explorer, klik File > Open > browse (cari file coba.htm) > Open

2 Bagian HEAD

Bagian Head sebenarnya tidak harus ada pada dokumen HTML, tetapi pemakaian head yang

benar akan meningkatkan kegunaan suatu dokumen HTML. Isi bagian head – kecuali judul

dokumen – tidak akan terlihat oleh pembaca dokumen tersebut.

Elemen-elemen pada bagian head akan mengerjakan tugas-tugas sebagai berikut :

· Menyediakan judul dokumen

· Menjembatani hubungan antar dokumen

· Memberitahu browser untuk membuat form pencarian

· Menyediakan metode untuk mengirim pesan ke tipe browser

Elemen yang mungkin terdapat pada bagian head :

· Tag <TITLE>, digunakan untuk memberi judul dokumen.

Penggunaannya adalah sebagai berikut :

<TITLE> Judul </TITLE>

· Tag <META>, digunakan untuk mendefinisikan informasi-informasi di luar HTML Informasi

meta dapat digunakan oleh browser untuk menjalankan suatu aktivitas yang belum

didukung ileh HTML.

Perintah diatas akan diterjemahkan oleh browser sebagai “tunggu 60 detik, kemudian panggil

dokumen baru pada http://www.alamat.com”. Jika atribut URL tidak disertakan, maka halaman itu

sendiri yang akan dipanggil, jadi setara dengan mengklik tombol Refresh/Reload pada browser.

Penggunaan elemen <META> yang paling populer adalah penggunaan properti Keyword dan

Description. Kedua properti ini sangat berguna untuk membantu kerja search engine. Biasanya

search engine akan menggunakan teks yang disebutkan pada properti Keyword untuk

mengindeks dokumen dan menggunakan teks yang terdapat pada properti Description untuk

mendeskripsikan indeks tersebut.

Contoh :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> General Officers of the US Army in the Civil War </TITLE>

<META NAME=”Keywords” CONTENT=”Yankee, Grand Army of the Republic, War Between

the Satates”>

<META NAME=”Description” CONTENT=”A Listing of the General officers of the US Army in

the Civil WAR”>

</HEAD>

3 Bagian BODY

Bagian BODY merupakan isi dari dokumen HTML. Semua informasi yang akan ditampilkan, mulai

dari teks, gambar, sound, dan lain-lain, akan ditempatkan di bagian ini. Seperti telah

disebutkan di atas, bagian BODY diawali oleh tag <BODY> dan ditutup </BODY>.

Contoh :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Penggunaan BODY </TITLE>

</HEAD>

<BODY BGCOLOR=”Silver” TEXT=”Blue” ALINK=#000000 VLINK=#FF0000

LINK=”Green”>

ini adalah contoh penggunaan body

ini adalah sebuah <A href=””> link </A>

</BODY>

</HTML>

Tabel Warna

WARNA NILAI

Black #000000

Maroon #800000

Green #008000

Olive #808000

Navy #000080

Purple #800080

Teal #008080

Gray #808080

Silver #C0C0C0

Red #FF0000

Lime #00FF00

Yellow #FFFF00

Blue #0000FF

Fuchsia #FF00FF

Aqua #00FFFF

White #FFFFFF

4 Memberi Komentar

Untuk mempermudah pembacaan kembali kode-kode HTML, kadang-kadang ditambahkan

komentar ke dalam sebuah dokumen. Agar komentar tidak dapat dibaca pada browser, maka

harus digunakan tanda khusus, yaitu <!– dan diakhiri dengan tanda –> .

Contoh :

<HTML>

<HEAD>

<!– ini adalah bagian head –>

</HEAD>

<BODY BGCOLOR=#FF0000 >

<!– warna background adalah merah –>

</BODY>

</HTML>

5 Memberi Identitas

Kadang-kadang orang yang merancang suatu halaman web ingin mencantumkan namanya pada

dokumen web tersebut atau mungkin mencantumkan hak cipta terhadap dokumen tersebut.

Untuk mencantumkan informasi-informasi tersebut digunakan tag <ADDRESS>. Umumnya

informasi tersebut diletakkan pada bagian paling akhir suatu dokumen.

Contoh :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Penggunaan Address </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

Selamat datang di web amatir

<ADDRESS>

Dokumen ini di rancang oleh Ferry Gustiawan <BR>

Pada tanggal 13 Sept 2005

</ADDRESS>

</BODY>

</HTML>

6 Memformat Dokumen HTML

Dalam HTML terdapat beberapa tag yang dapat digunakan untuk memformat dokumen. Tag-tag

tersebut diantaranya adalah :

¨ Tag <BR>, membuat baris baru

Tidak memerlukan penutup </BR>

¨ Tag <P>, memulai paragaraf baru

Tidak memerlukan penutup </P>

¨ Tag <HR>, membuat garis batas horizontal

Contoh :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Format Dokumen HTML </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

Ini Web coba-coba saya <BR>

Nama saya Ferry

<P>

Saya belajar web di UNSRI

Jl. Mayor Salim Batubara, Bukit Besar

<P>

Hobbi saya travelling, olahraga dan komputer

<HR>

Terima kasih

<HR>

<H1> Bab I HTML </H1>

ini adalah isi bab 1

<H2> 1.1 subbab HTML </H2>

ini adalah isi subbab 1.1

<H3> 1.1.1 Sub-subbab HTML </H3>

ini adalah isi sub subbab 1.1.1

</BODY>

</HTML>

¨ Tag <PRE>, membuat tampilan dokumen HTML pada browser sama dengan tampilan pada

teks editor. Dengan tag <PRE>, maka tag <P> dan tag <BR> jadi tidak diperlukan lagi.

Contoh :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Web Sederhana </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<PRE>

Tampilan ini sma dengan tampilan di teks editor.

Klasemen

Team Main Menang Seri Kalah

==============================================

Team A 3 2 1 0

Team B 3 2 0 1

Team c 3 1 1 1

==============================================

kode program :

For I = 1 to 10

For J = 1 to 5

A(I,J)=I*J

Next

Next

</BODY>

</HTML>

PDF created with pdfFactory Pro trial version http://www.pdffactory.com

¨ Tag <CENTER>, Teks rata tengah

Contoh :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Web Sederhana </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<Center>

Teks ini rata tengah

</CENTER>

</BODY>

</HTML>

¨ Tag <UL> dan <OL>

Suatu cara pemformatan lain yang akan sangat banyak berguna adalah LIST (daftar). Ada dua

macam daftar, yaitu ORDERED lists (OL) dan UNORDERED lists (UL).

Ini adalah ordered list

1. Puntadewa

2. Bima

3. Arjuna

4. Nakula

5. Sadewa

Ini adalah unordered list

· merah

· biru

· lama

· baru

· ungu

Contoh 1:

<HTML>

<HEAD>

<TITLE>Order List</TITLE>

</HEAD>

<BODY>

Kepribadian yang saya sukai

<UL>

<LI>pribadi yang jujur

<LI>pribadi yang ramah

<LI>rumah pribadi

<LI>mobil pribadi

<LI>sekretaris pribadi

</UL>

</BODY>

</HTML>

Contoh 2 :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE>Order List</TITLE>

</HEAD>

<BODY>

Kepribadian yang saya sukai

<OL>

<LI>pribadi yang jujur

<LI>pribadi yang ramah

<LI>rumah pribadi

<LI>mobil pribadi

<LI>sekretaris pribadi

</OL>

</BODY>

</HTML>

¨ Tag <ACRONYM>, untuk memberi keterangan atau screen tips

Contoh :

<html>

<head>

<title>Singkatan</title>

</head>

<body>

<acronym title=”word wide web”>

www

</acronym>

<p>Bila kita meletakkan kursor di atas kata www

maka muncul kata word wide web pada screen tips</p>

</body>

</html>

7 Memformat Karakter

Format terhadap karakter yang ditampilkan akan sangat berguna untuk membuat sebuah

dokumen HTML yang menarik.Pemformatan karakter tersebut mencakup beberapa hal :

· Logical Format

· Physical Format

· Tag <BLOCKQUOTE>

· Tag <FONT>

· Karakter Khusus

Logical Format

Logical format akan menerapkan layout dokumen secara logis dan terstruktur. Tag-tag yang

termasuk logical format adalah sebagai berikut :

<CITE>, digunakan untuk menandai suatu kutipan (Citation).

<CODE>, digunakan untuk menampilkan kode-kode pemrograman, misalnya bahasa C.

<EM>, digunakan untuk menandai suatu teks yang ditekankan oleh penulis.

<KBD>, dugunakan untuk menandai suatu teks yang harus dimasukkan oleh user melalui

keyboard.

<SAMP>, digunakan untuk menandai suatu teks yang dimaksudkan sebagai contoh.

<STRONG>, digunakan untuk menandai bagian yang terpenting dari suatu teks.

<VAR>, digunakan untuk menampilkan nama variabel.

<DFN>, digunakan untuk menandai sebuah subdefinisidari daftar definisi.

Semua tag tersebut memerlukan tag penutupnya masing-masing.

Contoh :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Logical Format </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<CITE> Tom Sawyer </CITE> adalah salah satu tokoh penting di dunia satra amerika.

<BR><BR>

Kode yang paling pertama dipelajari oleh programmer C adalah :

<CODE>puts (“Hello World!”);</CODE> <BR><BR>

Ia berkata , “Sekali tidak tetap <EM>tidak</EM>.” <BR> <BR>

Untuk berpindah ke direktor root , ketikkan <KBD>cd / </KBD>. <BR> <BR>

Pada abjad terdapat 5 huruf vokal, yaitu <SAMP>AEIUO</SAMP>. <BR> <BR>

Hal yang harus diingat-ingat adalah <STRONG>Jangan Panik !</STRONG> <BR> <BR>

Kode program tersebut diiterasi sebanyak <VAR>N</VAR> kali . <BR> <BR>

<DFN>Trenggiling adalah hewan pemakan semut. </DFN>

</BODY>

</HTML>

Physical Format

Physical format adalah format terhadap fisik suatu font. Tag-tag yang termasuk physical format

adalag sebagai berikut :

<B>, untuk menampilkan huruf tebal.

<I>, untuk menampilkan huruf miring.

<U>, untuk menampilkan garis bawah pada teks.

<TT>, untuk menampilkan huruf seperti huruf mesin ketik.

<STRIKE>, untuk menampilkan garis horizontal pada bagian tengah huruf.

<BIG>, untuk menampilkan ukuran huruf yang lebih besar.

<SMALL>, untuk menampilkan ukuran huruf yang lebih kecil.

<SUB>, untuk menampilkan subscript.

<SUP>, untuk menampilkan superscript.

Semua tag-tag tersebut memerlukan penutupnya masing-masing.

Contoh :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Memformat Karakter </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<B> kalimat ini akan dicetak tebal. </B><BR>

<I> kalimat ini akan dicetak miring </I><BR>

<U> kalima ini akan bergaris bawah </U><BR>

<STRIKE> kalimat ini akan bergaris tengah </STRIKE>

</BODY>

</HTML>

Tag <BLOCKQUOTE>

Digunakan untuk menandai bagian yang dikhususkan pada sebuah dokumen, misalnya kutipan

kitab suci, kata mutiara dll. Teks yang diberi ini akan menjorok ke dalam.

Contoh :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Penggunaan Blockquote </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<PRE>

Definisi Sistem menurut Steven B Shop adalah :

<BLOCKQUOTE>Sistem adalah kumpulan dari komponen-komponen yang

saling bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan.

</BLOCKQUOTE>

</BODY>

</HTML>

Tag <FONT>

Digunakan untuk mengatur jenis, ukuran dan warna font

C

ontoh :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Memformat Font </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<PRE>

<FONT FACE=”Arial” SIZE=1 COLOR=#FF0080>

Jenis font ini adalah Arial,berwarna biru,ukurannya 1

</FONT>

<FONT FACE=”Monotype Corsiva” SIZE=5 COLOR=BLUE>

Jenis font ini adalah Arial,berwarna biru,ukurannya 5

</FONT>

</BODY>

</HTML>

Karakter Khusus

Kadang-kadang dalam suatu dokumen HTML ingin ditampilkan karakter-karakter tertentu,

misalnya tanda lebih besar, lebih kecil dan lain-lain.

Karakter ISO Latin-1

À À capital A, grave accent ï ï small i, diæresis/umlaut

à à small a, grave accent Ð Ð capital Eth, Icelandic

Á Á capital A, acute accent ð ð small eth, Icelandic

á á small a, acute accent Ñ Ñ capital N, tilde

  capital A, circumflex ñ ñ small n, tilde

â â small a, circumflex Ò Ò capital O, grave accent

à à capital A, tilde ò ò small o, grave accent

ã ã small a, tilde Ó Ó capital O, acute accent

Ä Ä capital A, diæresis/umlaut ó ó small o, acute accent

ä ä small a, diæresis/umlaut Ô Ô capital O, circumflex

Å Å capital A, ring ô ô small o, circumflex

å å small a, ring Õ Õ capital O, tilde

Æ Æ capital AE ligature õ õ small o, tilde

æ æ small ae ligature Ö Ö capital O, diæresis/umlaut

Ç Ç capital C, cedilla ö ö small o, diæresis/umlaut

ç ç small c, cedilla Ø Ø capital O, slash

È È capital E, grave accent ø ø small o, slash

è è small e, grave accent Ù Ù capital U, grave accent

É É capital E, acute accent ù ù small u, grave accent

é é small e, acute accent Ú Ú capital U, acute accent

Ê Ê capital E, circumflex ú ú small u, acute accent

ê ê small e, circumflex Û Û capital U, circumflex

Ë Ë capital E, diæresis/umlaut û û small u, circumflex

ë ë small e, diæresis/umlaut Ü Ü capital U, diæresis/umlaut

Ì Ì capital I, grave accent ü ü small u, diæresis/umlaut

ì ì small i, grave accent Ý Ý capital Y, acute accent

Í Í capital I, acute accent ý ý small y, acute accent

í í small i, acute accent Þ Þ capital Thorn, Icelandic

Î Î capital I, circumflex þ þ small thorn, Icelandic

î î small i, circumflex ß ß small sharp s, German sz

Ï Ï capital I, diæresis/umlaut ÿ ÿ small y, diæresis/umlaut

Karakter-karakter ISO 8859-1

non-breaking space ± ± ± plus-or-minus sign

¡ ¡ ¡ inverted exclamation mark ² ² ² superscript two

¢ ¢ ¢ cent sign ³ ³ ³ superscript three

£ £ £ pound sign ´ ´ ´ acute accent

¤ ¤ ¤ general currency sign µ µ µ micro sign

¥ ¥ ¥ yen sign ¶ ¶ ¶ pilcrow (paragraph sign)

¦ ¦ ¦ broken (vertical) bar · · · middle dot

§ § § section sign ¸ ¸ ¸ cedilla

¨ ¨ ¨ umlaut/dieresis ¹ ¹ ¹ superscript one

© © © copyright sign º º º ordinal indicator, male

ª ª ª ordinal indicator, fem » » » angle quotation mark,

right

« « « angle quotation mark, left ¼ ¼ ¼ fraction one-quarter

¬ ¬ ¬ not sign ½ ½ ½ fraction one-half

­ ­ soft hyphen ¾ ¾ ¾ fraction three-quarters

® ® ® registered sign ¿ ¿ ¿ inverted question mark

¯ ¯ ¯ macron × × × multiply sign

° ° ° degree sign ÷ &div; ÷ division sign

8 Menambahkan Gambar

Dokumen HTML akan menarik bila ditambah gambar. Format gambar yang dapat ditampilkan :

GIF, JPEG, PCX, PNG, WMF, dll. Format gambar yang dikenal oleh hampir semua browser

adalah GIF dan JPEG.

Untuk menambah gambar digunakan tag <IMG>.

Contoh :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Menambah Gambar </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<IMG src=”c:\windows\bubbles.bmp” ALT=”Gambar Gelembung”

ALIGN=Middle>

Gambar ini terdapat pada windows 98 secara default, anda boleh

menggantinya.

</BODY>

</HTML>

9 Menggunakan LINK

Link merupakan suatu gambar atau teks yang terkait dengan suatu alamat tertentu. Jika Link

diklik maka dokumen HTML akan menuju ke alamat tersebut. Ditandai dengan Anchor, yaitu tag

<A>.

Tag <A> mempunyai dua atribut, yaitu HREF dan NAME. Atribut HREF digunakan jika sebuah

anchor akan digunakan sebagai link, sedangkan atribut NAME digunakan jika anchor akan

digunakan sebagai tujuan.

Contoh :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Penggunaan Link </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<A href=”http://www.yahoo.com”> klik disini </A> untuk menuju situs

yahoo.com. <BR>

atau dapat juga mengklik gambar ini :

<A href=”http://www.yahoo.com”>

<IMG src=”c:\windows\tintin.jpg” ALT=”www.yahoo.com”></A>

<BR><BR>

</BODY>

</HTML>

10 Menggunakan Tabel

HTML menyediakan tag-tag untuk membuat sebuah tabel, yaitu :

Tag <TABLE> : untuk mendefinisikan sebuah tebel

Tag <TR> : untuk mendefinisikan baris tabel

Tag <TH> : untuk mendefinisikan judul tiap kolom atau baris

Tag <TD> : untuk mendefinisikan isi tiap kolom

Contoh :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Menggunakan Tabel </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<TABLE BORDER>

<TR>

<TH> Kolom 1 </TH>

<TH> Kolom 2 </TH>

<TH> Kolom 3 </TH>

</TR>

<TR>

<TD> Baris 1 kolom 1 </TD>

<TD> Baris 1 kolom 2 </TD>

<TD> Baris 1 kolom 3 </TD>

</TR>

<TR>

<TD> Baris 2 kolom 1 </TD>

<TD> Baris 2 kolom 2 </TD>

<TD> Baris 2 kolom 3 </TD>

</TR>

</TABLE>

</BODY>

</HTML>

Atribut untuk tag <TABLE> adalah sebagai berikut :

ATRIBUT KETERANGAN

ALIGN Posisi horizontal tabel

BACKGROUND Menentukan gambar latar belakang tabel

BGCOLOR Menentukan warna latar belakang tabel

BORDER Menentukan tebal bingkai tabel

BORDERCOLOR Menentukan warna bingkai tabel

BORDERCOLORLIGHT Menentukan warna depan bingkai tabel

BORDERCOLORDARK Menentukan warna bayangan bingkai tabel

CELLSPACING Menentukan jarak spasi antar sel

CELLPADDING Menentukan jarak isi sel dengan bingkai

HEIGHT Menentukan tinggi tabel

WIDTH Menentukan lebar tabel

VALIGN Menentukan posisi vertikal teks dalam sel

Sedangkan atribut tag <TD> adalah :

ATRIBUT KETERANGAN

ALIGN Posisi horizontal teks dalam sel

BACKGROUND Menentukan gambar latar belakang sel

BGCOLOR Menentukan warna latar belakang sel

BORDER Menentukan tebal bingkai sel

BORDERCOLOR Menentukan warna bingkai sel

BORDERCOLORLIGHT Menentukan warna depan bingkai sel

BORDERCOLORDARK Menentukan warna bayangan bingkai sel

COLSPAN Menentukan jumlah kolom yang digabung

HEIGHT Menentukan tinggi sel

NOWRAP Menentukan teks agar tetap satu baris

ROWSPAN Menentukan lebar tabel

VALIGN Menentukan posisi vertikal teks dalam sel

11 Menggunakan Form

Form adalah sebuah daftar isian. Daftar isian ini untuk meminta informasi dari user untuk

kemudian diolah. Umumnya pengolahan form dilakukan pada server dengan menggunakan skrip

yang bersifat server-side.

Untuk membuat sebuah form, tag-tag yang diperlukan adalah :

· Tag <FORM>

· Tag <TEXTAREA>

· Tag <SELECT>

· Tag <INPUT>

Tag <FORM>

Tag <FORM> merupakan tag yang digunakan untuk mendefinisikan sebuah form. Tag ini

mempunyai dua atribut, yaitu METHOD dan ACTION.

ATRIBUT KETERANGAN

METHOD Untuk menentukan metode pengolahan form

ACTION Untuk menentukan URL atau direktori dari file yang digunakan untuk

mengolah form tersebut

Tag <TEXTAREA>

Tag <TEXTAREA> digunakan untuk membuat sebuah kotak teks multi baris. Tag ini mempunyai

beberapa atribut, yaitu :

ATRIBUT KETERANGAN

NAME Mendefinisikan nama objek textarea

ROWS Menentukan jumlah baris textarea

COLS Menentukan lebar textarea

Contoh :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE>Text Area</TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<FORM>

<TEXTAREA NAME=teksarea1 ROWS=10 COLS=40>

Teks ini akan tertulis di dalam textarea

</TEXTAREA>

</FORM>

</BODY>

</HTML>

Tag <SELECT>

Tag <SELECT> digunakan untuk membuat sebuah daftar pilihan. Tag ini memiliki beberapa

atribut, yaitu :

ATRIBUT KETERANGAN

NAME Mendefinisikan nama dari objek select

SIZE Menentukan berapa pilhan yang akan ditampilkan. Jika atribut ini tidak

disertakan atau diberi nilai 1, pilihan akan ditampilkan sebagai dropdown

list. Jika diberi nilai 2 atau lebih, pilihan akan ditampilkan

sebagai scroll box. Jika nilai SIZE lebih besar dari jumlah pilihan yang

ada pada <SELECT>, pilihan kosong akan ditambahkan. Jika user

memilih pilihan ini maka nilainya adalah kosong.

MULTIPLE Mengizinkan untuk memilih lebih dari satu

Pilihan yang disediakan oleh tag <SELECT> diberikan di dalam tag <OPTION>. Tag <OPTION>

sendiri mempunyai dua atribut yaitu VALUE yang digunakan untuk memberi nama item pilihan

dan SELECTED yang menunjukkan pilihan yang terpilih secara deafult. Tag <OPTION> tidak

perlu ditutup dengan </OPTION>.

Contoh :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE>SELECT</TITLE>

</HEAD>

<BODY>

Berapa besar memori yang Anda pakai :

<FORM>

<SELECT NAME=”memori”>

<OPTION SELECTED VALUE=”16 MB”>16 MB

<OPTION VALUE=”32 MB”>32 MB

<OPTION VALUE=”64 MB”>64 MB

<OPTION VALUE=”128 MB”>128 MB

<OPTION VALUE=”128keatas”>Lebih 128 MB

</SELECT>

</FORM>

</BODY>

</HTML>

Tag <INPUT>

Tag <INPUT> digunakan untuk membuat komponen-komponen yang digunakan untuk meminta

informasi dari user, misalnya kotak teks, kotak pilihan, tombol dan lain-lain. Tag ini tidak

memerlukan tag penutup. Tag ini mempunyai beberapa atribut, yaitu :

ATRIBUT KETERANGAN

NAME Mendefinisikan nama dari objek input. Atribut ini harus dituliskan

kecuali untuk tipe submit dan clear

SIZE Menentukan ukuran kotak teks

MAXLENGTH Menentukan jumlah maksimum karakter yang dapat dimasukkan pada

kotak teks

VALUE Untuk kotak teks, menentukan teks yang tertulis. Untuk check box atau

radio, menentukan nilai item yang dipilih. Untuk Submit dan Reset,

menentukan teks yang tertulis pada tombol

CHECKED Hanya digunakan untuk check box atau radio. Menentukan pilihan yang

terpilih secara default.

TYPE Menentukan tipe input yang dibuat

Tipe input yang dapat dibuat adalah :

· Text, digunakan untuk membuat kotak teks

· Password, digunakan untuk membuat kotak teks, tetapi semua karakter akan

ditampilkan dengan tanda *.

· Check Box, digunakan untuk membuat suatu daftar pilihan yang dapat dipilih lebih dari

satu.

· Radio, digunakan untuk membuat suatu daftar pilihan yang hanya dapat dipilih satu

saja.

· Reset, digunakan untuk membuat tombol yang fungsinya untuk menghapus semua isian

form yang telah diberikan.

· Submit, digunakan untuk membuat tombol yang fungsinya untuk mengirimkan data

form agar diolah.

Contoh :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE>Belajar Form</TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<FORM>

<PRE>

Silakan masukkan data pribadi Anda :

Nama :<INPUT TYPE=text NAME=txtnama>

Alamat :<INPUT TYPE=text NAME=txtalamat SIZE=50>

No Telpon :<INPUT TYPE=text NAME=txttelpon SIZE=10>

Masukkan Password Anda : <INPUT TYPE=password MAXLENGTH=6>

Hobby Anda (boleh lebih dari satu) :

<INPUT TYPE=checkbox NAME=hobby VALUE=baca> Membaca

<INPUT TYPE=checkbox NAME=hobby VALUE=ORaga> Olah Raga

<INPUT TYPE=checkbox NAME=hobby VALUE=nonton> Nonton Film

<INPUT TYPE=checkbox NAME=hobby VALUE=travel> Travelling

<

!–perhatikan bahwa untuk satu kelompok pilihan yang sama nilai atribut NAME harus

sama–>

Jenis Kelamin :

<INPUT TYPE=radio NAME=jk VALUE=pria> Laki-laki

<INPUT TYPE=radio NAME=jk VALUE=wanita> Perempuan

<HR>

<INPUT TYPE=submit VALUE=kirim> <INPUT TYPE=Reset VALUE=hapus>

</FORM>

</BODY>

</HTML>

12 Menggunakan Frame

Frame digunakan untuk membagi jendela browser menjadi beberapa bagian dan masing-masing

bagian terdiri dari dokumen HTML tersendiri. Frame pertama kali diperkenalkan oleh Netscape

Navigator 2.0.

Untuk membuat sebuah frame, tag yang digunakan adalah :

· Tag <FRAMESET>

· Tag <FRAME>

· Tag <NOFRAME>, digunakan untuk menampilkan sebuah alternatif dokumen jika

browser tidak mendukung penggunaan frame. Sebuah frame dapat didefinisikan di

dalam frame lain.

Tag <FRAMESET> mempunyai beberapa atribut :

ATRIBUT KETERANGAN

ROWS Membuat frame secara mendatar (baris) sekaligus mendefinisikan labar

masing-masing

COLS Membuat frame secara vertikal (kolom) sekaligus mendefinisikan labar

masing-masing

BORDERCOLOR Mendefinisikan warna bingkai frame

Untuk mendefinisikan lebar frame pada atribut ROWS dan COLS ada tiga cara yang dapat

digunakan, yaitu dengan nilai tetap, nilai persentase, dan nilai proporsional. Misalnya ingin

dibuat tiga buah frame, maka penggunaannya adalah sebagai berikut :

· Dengan nilai tetap

<FRAMESET ROWS=”100,240,400”>

· Dengan nilai persentase

<FRAMESET COLS=”30%,40%,30%”>

· Dengan nilai proporsional

<FRAMESET ROWS=” *,2*,3*”>

Dengan nilai tetap, setiap frame didefinisikan dalam ukuran pixel. Cara ini kurang baik karena

jika resolusi monitor user tidak sama dengan resolusi monitor pada saat perancangan frame,

maka frame yang terbentuk akan menjadi kacau.

Dengan nilai persentase, lebar setiap frame didefinisikan sebagai persentase dari lebar jendela

browser sehingga resolusi monitor tidak akan berpengaruh.

Dengan nilai proporsional, lebar setiap frame juga didefinisikan sebagai persentase dari lebar

jendela browser, hanya saja pembacaannya agak berbeda. Misalnya nilai proporsionalnya

adalah “*,2*,*”, jumlah bintang seluruhnya adalah 1+2+1=4, frame pertama akan memiliki lebar

¼ dari jendela browser, frame kedua 2/4 atau ½ dari jendela browser, dan frame ketiga ¼ dari

jendela browser.

Tag <FRAME> mempunyai atribut :

ATRIBUT KETERANGAN

SRC Menentukan nama file HTML yang digunakan sebagai isi frame

MARGINHEIGHT Menentukan batas atas dan bawah antara dokumen dengan bingkai

dalam pixel

MARGINWIDTH Menentukan batas kiri dan kanan antara dokumen dengan bingkai

dalam pixel

SCROLLING Menentukan apakah frame dapat memiliki scroll bar. Nilainya adalah

YES, NO, AUTO

NORESIZE Jika atribut ini disebutkan, frame tidak dapat diubah ukurannya

NAME Mendefinisikan nama dari objek frame. Nama ini dapat digunakan

sebagai tujuan sebuah link

BORDER Menentukan ukuran bingkai frame

Contoh :

<html>

<head>

<title>Frame Kiri</title>

</head>

<body bgcolor = “white”>

<h1>Frame di Sebelah Kiri</h1>

</body>

</html>

Simpan dengan nama : framekiri.htm

<html>

</head>

<title>Frame Kanan</title>

<head>

<body bgcolor = “white”>

<h1>Frame di Sebelah Kanan</h1>

</body>

</html>

Simpan dengan nama : framekanan.htm

<html>

<head>

<title>Contoh Penggunaan Frame</title>

</head>

<frameset cols=30%,*”>

<frame src=”framekiri.htm”>

<frame src=”framekanan.htm”>

</frameset>

</html>

Simpan dengan nama : frame.htm

Selamat Mencoba 🙂

Assalamu’alaikum wr.wb.

•March 28, 2008 • Leave a Comment

Assalamu’alaikum wr.wb.

Kenalkan nama saya Hartono Gunawan. Biasa dipanggil tono, awan, hg_, cendol. Terserah dech mau manggil apa. Asal jangan terlalu jelek aja 😀 .

Blog ini merupakan blog untuk tugas mata kuliah pemrograman komputer dan akan berisi tentang tugas-tugas dari mata kuliah tersebut.

Penulis dapat dihubungi lewat e-mail atau YM di jalanroda@yahoo.com. Selain itu penulis juga memiliki beberapa blog dan situs, diantaranya www.komputerbagipemula.blogspot.com dan www.rumahdantanah.com

Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum wr.wb.